Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan Dalam Islam
Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan terus belajar, maka Islam pun mengatur dan menggariskan kepada umatnya agar mereka menjadi umat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal), agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber-sumber pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya sebagai berikut:
• Al Quran dan As Sunnah
Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan Al Quran dan As Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasan-Nya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun. Kewajiban mengambil ilmu dari keduanya disampaikan Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat-Nya (Q.S 12 : 1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (Q.S 33 : 21).
• Alam Semesta
Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (Q.S 3 : 190-192), dan mengambil berbagai hokum serta manfaat darinya. Beberapa ayat-ayat yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern, seperti:
• Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut atau nebula (Q.S 41 :11)
• Ayat tentang urutan penciptaan (Q.S 79 : 28-30). Kegelapan (nebula dari kumpulan H dan He yang bergerak pelan). Adnya sumber cahaya akibat medan magnetic yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari) pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya benda padat dan logam seperti planet (bumi) panas turun menimbulkan kondensasi baru membentuk air baru mengakibatkan adanya kehidupan (tumbuhan).
• Ayat bahwa bintang-bintang merupakan sumber panas yang tinggi (Q.S 86 : 3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6.000 derajat Celsius.
• Ayat tentang ekspansi kosmos (Q.S 51 : 47)
• Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama’ad dunya) (Q.S 37 : 6).
• Ayat yang membedakan antara planet sebagain pemantul cahaya (nur kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (Q.S 71 : 16)
• Ayat tentang gaya tarik antar planet (Q.S 27 : 88)
Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda-beda (Q.S 55 : 5) dan garis edar sendiri-sendiri yang tetap (Q.S 36 : 40)
• Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (Q.S 39 : 5)
• Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (Q.S 6 : 125)
• Ayat tentang akan sampainya manusia (astronaut) ke ruang angkasa (in bedakan dengan lau) dengan ilmu pengetahuan (sulthan) (Q.S 55 : 33)
• Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (Q.S 24 : 43)
• Ayat tentang awal kehidupan dari air (Q.S 21 : 30)
• Ayat tentang angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (Q.S 15 : 22)
• Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamino) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (Q.S 13 : 3)
• Ayat tentang proses terjadinya Air Susu Ibu (ASI) (farst), lalu diserah oleh darah (dam), lalu ke kelenjar air susu (Q.S 16 : 66). Perlu dicatat bahwa sistem peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey 10 abad setelah wafatnya Muhammad SAW.
• Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (Q.S 76 : 2). Mani merupakan campuran dari empat tahapan testicules (membuat spermatozoid), vescules seminates (membuat cairan yang bersama mani), prostate (memberi warna dan bau), cooper dan mary (memberi cairan yang melekat dan lendir).
• Ayat bahwa zyangote dikokohkabn tenpatnya dalam rahim (Q.S 22 : 5), dengan tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel pada rahim.
• Ayat tentang proses penciptaan manusian melalui mani (nutfah) zygote yang melekat (‘alaqhah) segumpal daging: embryo (mudghah) dibungkus oleh tulang dalam misenhyme (‘idhama) tulang tersebut dibalut otot dan daging (lahma) (Q.S 23 : 14)
• Diri Manusia
Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses penciptaan, baik secara fisiologis: fisik (Q.S 86 : 5) maupun psikologis: jiwa manusia tersebut (Q.S 91 : 7-10)
• Sejarah
Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui lembar-lembar sejarah (Q.S 12 : 111) jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu-Nya, dan masih ragu akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih, Fir’aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.
Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari
Islam membagi ilmu yang wajib dipelajari ke dalam dua kelompok yaitu:
• Fardhu ‘ain, yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim tanpa kecuali, diantaranya: aqidah, ibadah, tazkiyyah-nafs, akhlak dan lain-lain. Jika seorang muslim tidak mengetahui dan mempelajarinya maka ia akan merugi. Kenapa? Hal ini dikarenakan ilmu ini harus dimiliki oleh seriap orang agar kehidupan pribadinya selamat di dunia dan di akhirat, dan agar kehidupan bermasyarakatpun mrnjadi terjaga dan berjalan dengan baik.
• Fardhu Kifayah, yaitu ilmu yang hokum wajibnya menhadi gugur jika sudah ada sebagian kelompok umat islam yang telah mempelajarinya. Dalam hal ini adalah ilmu-ilmu yang bersifat keduniawian, misal: kedokteran, ilmu tanah, teknik bangunan, dan lain sebagainya.
Rabu, 15 Oktober 2008
Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan Dalam Islam
Label: sekilas info
Diposting oleh alice di 00.05
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar